Selasa, 16 Desember 2014

Revolusi Tekhnologi Komunikasi



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Revolusi, seperti yang kita ketahui berarti suatu perubahan besar yang berlangsung dalam waktu yang cepat. Salah satunya dikemukakan oleh Dissayanake (1983) yang mengartikan komunikasi sebagai peledakan atau (eksplosi) teknologi komunikasi, seperti terlihat melalui peningkatan penggunaan satelit, mikro-prosessor, komputer, dan pelayanan radio bertahap tinggi, dan perubahan yang terjadi sebagai konsekuensi yang ditempa dalam sosial, ekonomi, politik, kultural dan gaya hidup manusia.
Menurut Schramm (1988), perkembangan yang dinamakan revolusi komunikasi itu merupakan bagian dari serangkaian perubahan yang telah berlangsung dalam sejarah kehidupan manusia selama ini. Memang banyak hal yang menandai kemajuan kehidupan dewasa ini. Namun semua pihak sepakat bahwa hal yang paling mencolok dari perkembangan itu adalah kemajuan teknologi di bidang komunikasi dan informasi. Oleh karena itu hasil yang juga amat mencolok dewasa ini ialah tersedianya bungkahan sumber-sumber atau resources informasi dan komunikasi yang amat luas yang pernah dipunyai oleh umat manusia sepanjang sejarah.
Revolusi teknologi telah menggantikan begitu banyak peranan elemen komunikasi. Dalam The Death of Distance, Frances Cairncross menyebutkan beberapa implikasi yang terjadi dibalik jangkauan teknologi, di antaranya: hilangnya makna lokasi, lenyapnya privasi, dll. Perkembangan teknologi telah menjadikan dunia ini begitu kecil. Setiap orang dapat mengakses seluruh informasi yang diinginkannya dari seluruh wilayah di muka bumi ini. Seluruh informasi beredar dengan begitu clutternya; tanpa proses gatekeeping yang tepat hingga makin kecil kesempatan khalayak untuk memiliki apa yang disebut privasi. Kehadiran internet adalah salah satu manifestasi dari media alternative yang sedang marak saat ini. Dengan bentuk media ini masyarakat bisa mendapatkan informasi apa saja, di mana saja, dan kapan saja sesuai dengan yang mereka inginkan. Kondisi ini semakin mengukuhkan apa yang disebut “global village” – peredaran klip, video, dll lewat aplikasi bluetooth makin cepat menembus batasan-batasan yang selama ini menjadi norma yang dianut masyarakat.
Perkembangan teknologi ini juga diadaptasi oleh media buku. Kebutuhan masyarakat yang begitu padat terhadap informasi, referensi, dan pengarsipan telah memunculkan ide baru tentang buku genggam elektronik yang lebih lazim dikenal sebagai notebook. Buku genggam ini memiliki beberapa keunggulan, seperti kapasitasnya yang cukup besar untuk menampung banyak judul, kemudahannya dari segi size juga accessibility. Selain itu fitur-fitur seperti kamus interaktif, bookmarking, instant search, note-taking, dll makin memudahkan penggunanya dalam melakukan beberapa aplikasi sekaligus. Kemajuan serupa juga dialami oleh majalah yang memanfaatkan sistem online. Dengan fasilitas online ini jangkauan menjadi lebih cepat dan luas, interaksi khalayak dengan media menjadi lebih tinggi, kemutakhiran terjamin dengan biaya distribusi yang minimum. Namun hal ini menimbulkan masalah seperti kompetisi yang berat, proliferasi penerbitan&isi, keterbatasan ruang iklan, dll. Dengan adanya masalah ini kemudian lahirlah beberapa alternative solusi seperti pembayaran untuk premium content, iklan pay-per-click (yang sebenarnya juga belum diketahui secara pasti reliabilitasnya dalam menghadapi masalah yang ada).

BAB II
PEMBAHASAN

A.     Latar Belakang Revolusi Teknologi Komunikasi
Sejak negeri kita memiliki satelit komunikasi palapa tahun 1976, sebenarnya mulai detik itu telah terjadi suatu revolusi besar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan teknologi mutakhir itu, praktis kita bisa saling berhubungan dengan seluruh kawasan tanah air. Siaran radio dan telavisi bisa ditangkap di mana saja anda berada.

  1. Tahap-Tahap Perubahan Dalam Revolusi Teknologi Komunikasi
Sejumlah ahli melihatnya sebagai suatu revolusi komunikasi. Ada pula yang menamakan hal ini sebagai zaman baru berkomunikasi, sedangkan yang lainnya menyebut hal ini sebagai abad komunikasi elektronik. Menurut Wilbur Schramm (1988).” sebutan tidaklah menjadi soal. Yang penting sikaf perkembangan utama dalam komunikasi manusia telah bermula dari suatu perkembangan baru yang penting dalam teknologi komunikasi”.
Teknologi Komunikasi, Teknologi Informasi, Teknologi Telekomunikasi.

  1. Makna Perkembangan Teknologi Komunikasi
Perkembangan kemajuan teknologi komunikasi demikian pesatnya sehingga para ahli menyebut gejala ini sebagai suatu revolusi. Menurut Tehranian (1982), dalam 25 tahun terakhir ada tiga kekuatan yaitu kekuatan teknologis, sosio-ekonomi, dan politik utama yang telah mengubah struktur sistem internasional ke tingkat tertentu yang bahkan suatu pandangan yang cukup realistik pun harus mempertimbangkannya.

B.     Karakteristik Teknologi Komunikasi
Salah satu keunggulan yang ditawarkan teknologi komunikasi sekarang ini adalah kemungkinan bagi sipenerima komunikasi untuk lebih langsung mengendalikan pesan-pesan yang ditransmisikan. Kini penerima komunikasi lebih dapat menentukan pilihan-pilihan yang diinginkan atau dibutuhkannya, seperti memperoleh informasi tentang apa yang diinginkan, serta kapan pun memerlukannya. Bell (1979) menyebutkan beberapa wujud sistem komunikasi yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi. jaringan bank informasi dan sistem penelusuran sistem telaks sistem faksimili jaringan komputer interaktif

C.     Riwayat dan Sejarah Revolusi Komunikasi
Awal pekembangan komunikasi antarmanusia adalah sama panjangnya dengan sejarah kehidupan manusia itu sendiri. Disebut begitu karena sejak manusia ada, sejak itu pula mereka saling berkomunikasi satu dengan lainnya. Berkomunikasi merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Menurut Nordenstreng dan Varis (1073), ada empat titik penentu yang pertama dalam sejarah komunikasi manusia, yaitu :Perolehan bahasa, yaitu pada saat yang sama dengan lahirnya umat manusia. Dengan kemempuan berbahasalah manusia dapat berkomunikasi dengan sesamanya.Perkambangan seni tulisan berjalan dengan komunikasi lisan. Setelah manusia menentukan cara menuliskan dan alat menulis, maka komunikasi yang selama ini dilakukan dengan bicara lantas bisa dituliskan.Reproduksi kata-kata tertulis (written words) dengan menggunakan alat pencetak, sehingga memungkinkan terwujudnya komunikasi massa yang sebenarnya.Munculnya komunikasi elektronik, mulai dari telegraf, radio, TV hingga satelit.

  1. Ditemukannya Tulisan
Perkembangan tulisan adalah berkaitan dengan proses awal urbanisasi, karena masyarakat menjadi begitu komplek sehingga suatu pemerintahan tanpa bantuan tulisan itu dan hanya mengandalkan kemampuan daya ingat saja, tentulah tidak mungkin. 

  1. Era Percetakan
Peningkatan diversifikiasi masyarakat dan ekspansi komunikasi yang terjadi pada akhir abad pertengahan memerlukan suatu teknik baru untuk penyampaian pesan karena jumlah pembaca yang makin bertambah. Sebelum pengetahuan dan kekuatan yang menyertainya dapat menyebar pada masyarakat, maka diperlukan suatu teknik penduplikasian pesan yang efisien. Dengan demikian, penemuan mesin cetak menandai bermulanya riwayat komunikasi massa, karena sejak itulah secara teknis menjadi mungkin untuk menyampaikan pesan yang panjang dan kompleks secara simultan ke suatu khalayak yang besar jumlahnya dan heterogen. Selain itu, percetakan juga merupakan pemerata sosial yang hebat (great social equalizer).bila tulisan telah menembus hambatan jarak dan waktu, percetakan melipatgandakan pesan pada dimensi tersebut.
  1. Media Elektronika
Ekspansi industri dan perdagangan yang hebat selama abad XIX agaknya sudah terhenti tanpa dikemukakannya komunikasi elektronik pada pertengahan abad tersebut. Tenaga listrik telah memungkinkan diatasinya hambatan fisik karena jarak yang jauh, sehingga penyampaian pesan dari satu tempat ke tempat lain yang tidak lagi memerlukan transportasi. Perlu dicatat, bagaimana pun bahwa telegraf dan telepon digunakan secara ekslusif untuk komunikasi pribadi yaitu dari individu ke individu lain, dan tidak tertentu seperti surat kabar. Media yang menggunakan kabel ini melayani terutama kebutuhan komunikasi administratif dan komersial, keduanya memang berkepentingan untuk penekanan dalam hal informasi. Bagi sektor komersial khususnya, memang amat penting penyampaian informasi dari suatu tempat ke tempat lain secara cepat dan rahasia.
  1. Teknologi Penyiaran (Broadcasting)
Terobosan yang menentukan di lapangan komunikasi terjadi dengan bermulanya komunikasi tanpa kabel (wireless communication) yang memungkinkan menerima pesan yang sama secara simultan di lokasi yang tak terbatas jumlahnya.
Sejak itu komunikasi yang bersifat public dan serenpak secara syncbronous.Pada awal penyiaran untuk umum (public broadcasting) di tahun 1910 dan 1920-an, nada umum dan program-programnya biasanya bermartabat (dignified), bersifat memberi petunjuk (instuktif), dan menghindari segala ekstrimitas. Penyiaran public sebagian besar digunakan untuk memimbing masyarakat, mendidik mereka kepada suatu cara berfikir yang sama (conforming), dan memberikan mereka informasi yang mereka tidak peroleh sepanjang sejarah. Dalam perspektif umum dapat dilihat baik pada apa yang disebut sebagai penyiaran (broudcasting) yang dikendalikan oleh negara (state contol) maupun broudcasting di organisasi secara maksimal.
Diperkenalkan TV tidak mengubah kerangka atau framework umum tadi secara bermakna, dan media itu begitu saja masuk ke daerah operasional radio serta menjadi medium yang lebih komersial lagi. Secara umum bahwa dari abad pertengahan hingga sekarang. Media cetak dan kemudian bentuk komunikasi elektronik (termasuk film) memperluas komunikasi dari suatu kelompok kecil yang mengendalikan kekuasaan atas seluruh anggota masyarakat. Jadi komunikasi massa yang berdasarkan teknologi hingga saat ini masih terus mengikuti prinsip-prinsip yang diterima pada masa negara-negara kuno. Satu-satunya perbedaan bahwa media massa modern justru lebih efektif dan halus dalam memanipulasikesadaran masyarakat.
D.         Inovasi Teknologi Komunikasi
Kemajuan teknologi yang kita saksikan sekarang pada dasarnya merupakan kelanjutan dari tahap-tahap perkembangan sebelumnya. Begitu cepatnya perkembangan tersebut, sehingga disebut sebagai suatu revolusi. Berbagai penemuan dan pengembangan kepentingan yang mengubah corak masyarakat menurut Martin (1977) adalah sebagai berikut.
Beberapa Temuan Penting Teknologi Telekomunikasi :
-         Satelit komunikasi
-         Stasiun bumi
-         Satelit
-         Demand-assignet multi pleacces equipment
-         The helical wavequide
-         Laser optic
-         Serat optic
-         Large-scale integration
-         On-line real-time computer

E.     Kecepatan Revolusi
Riwayat perkembangan komunikasi menunjukan bahwa semakin belakangan. Ternyata semakin cepat pula adanya inovasi komunikasi. Perkembangan media elektronik lama seperti radiio, telepon, telegraf, kenyataannya berlangsung dalam suatu periode 100 tahun. Jangka waktu itu cukup singkat bila dibandingkan dengan panjangnya riwayat manusia dari abad ke abad.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Tahap-tahap perubahan dalam perkembangan teknologi komunikasi yang biasa disebut oleh para ahli disebut denga revolusi komunikasi atau zaman baru komunikasi.Revolusi komunikasi menurut defenisi para ahli adalah satu dari sekian revolusi yang terjadi diberbagai bidang kehidupan manusia. Sehingga perkembangan ini cukup pesat. Dan kemajuan ini juga dengan secara langsung.Sebenarnya komunikasi tidaklah diajarkan karena begitu adanya manusia komunikasi sudah ada juga. Tetapi yang diajarkan adalah cara dan aturan-aturan dari berkomunikasinya.Dari awal manusia dapat berkomunikasi mulailah belajar dari tulisan dan mulai adanya percetakan. Dan dengan adanya percetakan mulai lengakplah proses perkembangan teknologi komunikasi untuk dapat menginformasikan.



Opinion Leader



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Istilah opinion leaders menjadi perbincangan dalam literatur komunikasi sekitar tahun 1950-1960-an, sebelumnya literatur komunikasi yang sering digunakan yaitu kata-kata influentials, influencers atau tastemakers untuk menyebut opinion leaders. Kemudian kata opinion leaders lebih sering dikenal dimasyarakat pedesaan, sebab pada saat itu tingkat media masih rendah serta pendidikan yang belum maju. Jadi kebutuhan akan informasi dipedesaan diterima dari mereka yang mempunyai pemahaman yang tinggi serta kebutuhan akan media yang tidak rendah.
Melalui bukunya Diffusion of Innovation (1971), Everett M. Rogers mengembangkan konsep difusi inovasi yang dirangkum dalam sebelas bab pembahasan. Dalam makalah ini, akan ditampilkan intisari dari chapter – chapter tersebut. Salah satunya ialah Chapter 8 yang membahas tentang opinion leaders dan pengaruhnya terhadap suatu inovasi.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud opinion leaders?
2.      Mengetahui Sejarah Opinion leader ?
3.      Apa saja model alur komunikasi massa?
4.      Cara mengetahui opinion leader ?
C.    Tujuan
1.      Menjelaskan definisi dan sejarah opinion leaders
2.      Menjelaskan apa saja model alur komunikasi massa
3.      Menjelaskan Cara mengetahui opinion leader 

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Model Arus Komunikasi
Didalam pembahasan ini ada empat model arus aliran pesan, yaitu model jarum injeksi (hypodemic needle model), Model aliran satu tahap (one stop flow model), model aliran dua arah tahap (two step flow model), dan model aliran banyak tahap (multy step flow model). Yang masing – masing model tersebut memliki kelebihan dan kekurangan dalam teori serta penyampaiannya.
1.      Model Jarum Injeksi.
Secara substansial, model ini adalah one step flow, artinya arus komunikasi disampaikan secara satu arah saja (dari media massa kepada audience). Dasar pemikiran model ini adalah bahwa khalayak bersikap pasif terhadap berbagai macam informasi yang disebarkan/disiarkan media massa. Sebaliknya media lebih aktif untuk mempengaruhi audience. Maka teori ini disebut teori peluru (bullet theory). Jadi jika sebutir peluru tembakkan, ia akan selalu menemukan sasaran, dan sasaran yang dimaksud tersebut adalah khalayak.
Sehubungan dengan model ini Elihu Katz mengemukakan : media massa memiliki kekuatan yang luar biasa besarnya dan mass audience dianggap seperti atom-atom yang terpisah satu dengan yang lain serta tidak saling berhubungan dengan media massa.
2.      Model Aliran Satu Tahap.
Pesan model aliran satu tahap ini, media massa langsung berhubungan dengan audiencenya. Dengan kata lain, pesan yang disampaiakan mengalir tanpa ada perantara (audience bisa langsung mengaskes langsung media). Adapun perbedaan diantara keduanya adalah :
·         Model aliran satu tahap mengakui bahwa media massa bukanlah all powerfull dan tidak semua media mempunyai kekeuatan yang sama. Dan model jarum hypodermik menyakini bahwa media itu all powerfull, ibarat peluru yang ditembakkan.
·         Aspek-aspek seleksi screening di pihak audience mempunyai impac pesan. Dengan kata lain, pesan yang diterima sangat tergantung pada sistem seleksi yang ada pada masing-masing audience.
·         Model aliran satu tahap mempengaruhi kemungkinan timbulnya reaksi atau efek yang berbeda dikalangan audience terhadap pesan-pesan dari media yang sama. Artinya pesan media yang sama diterima beberapa audience belum tentu menimbulkan reaksi yang sama, begitu pula dengan efek yang ditimbulkan. Tetapi dalam model jarum hipodemik, bahwa pesan yang disampaikan media massa akan menimbulkan reaksi dan efek yang sama.
3.      Model Aliran Dua Tahap
Dalam model ini pesan-pesan dari media massa tidak seluruhnya langsung mengenai audience, tetapi pesan tersebut disampaikan oleh pihak tertentu artinya pihak tertentu tersebut dikenal dengan opinion leader (pemimpin opini/pemuka pendapat). Ada dua tahap penyampaian pesan dalam aliran ini. Pertama pesan media pada opinion leader dan kedua pesan opinion leader pada audience.
4.      Model Aliran Banyak Tahap
Pada prinsipnya, model ini adalah gabungan dari semua model yang sudah disebutkan diatas. Model ini menyatakan bahwa pesan-pesan media massa menyebar kepada audience atau khalayak melalui interaksi yang kompleks.
B.     Sejarah Opinion Leader
Istilah opinion leader menjadi perbincangan dalam literatur komunikasi sekitar tahun 1950-1960-an sebelumnya literatur komunikais sering digunakan kata-kata influentials, influencers atau tastemakers untuk menyebut opinion leader. Kemudian kata opinion leader lebih sering dikenal dimasyarakat pedesaan, sebab pada saat itu tingkat media masih rendah serta pendidikan yang belum maju. Jadi kebutuhan akan informasi dipedesaan diterima dari mereka yang mempunyai pemahaman yang tinggi serta kebutuhan akan media yang tidak rendah.
Ada dua pengelompokan opinion leader :
1.      Opinion Leader Aktif (Opinion Giving)
Disini para opinion leader tersebut sengaja mencari penerima atau followers untuk mengumumkan atau mensosialisasikan suatu informasi. Contoh : saat adanya program KB (Keluarga Berencana) yang bertujuan menegendalikan pertumbuhan penduduk. Tapi bagi masyarakat desa hal ini masih terlalu baru dan mereka belum mengenal apa itu KB sebenarnya, maka disini peranan opinion leader tersebut dituntun untuk menyampaikan informasi bahwa program KB ini bertujuan penting bagi kelangsungan masyarakat dipedesaan.
2.      Opinion Leader Pasif (Opinion Seeking)
Dalam hal ini followers lebih aktif mencari sumber informasinya kepada opinion leader, sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi seperti halnya contoh diatas tersebut.
C.    Cara Mengetahui Opinion Leader
Menurut Everett M. Rogers (1973) ada tiga cara mengukur dan mengetahui adanya opinion leader yaitu :
1.      Metode Sosiometrik
Dalam metode ini, masyarakat ditanya kepada siapa mereka meminta nasihat atau mencari informasi mengenai masalah kemasyarakatan yang dihadapinya. Misalnya masalah itu mengenai difusi inovasi, kepada masyarakat diajukan pertanyaan: “dari mana anda memperoleh informasi tentang difusi inovasi?” jadi orang yang paling banyak mengetahui dan dimintai nasihat tenteng masalah tersebut dialah yang disebut sebagai opinion leader.
2.      Informast Ratting
Metode ini mengajukan pertanyaan tertentu kepada orang /responden yang dianggap sebagai key informants dalam masyarakat mengenai siapa yang dianggap masyarakat sebagai pemimpin mereka. Jadi dalam hal ini responden tersebut haruslah jeli dalam mimilih siapa yang benar-benar harus memimpin dalam masyarakat tersebut. Dari segi kepribadian, pendidikan, serta tindakan yang dilakukannya terhadap masyarakat tersebut.
3.      Self Designing Method.
Metode ini mengajukan pertanyaan kepada responden dan meminta tendensi orang lain untuk menunjuk siapa yang mempunyai pengaruh. Misalnya. Apakah seseorang yang memerlukan suatu informasi perlu meminta keterangan kepada ibu /bapak. Jika jawabannya tidak maka hal tersebut belum menunjukkan siapa yang sering dimintai keterangan. Hal ini sangat bergantung kepada ketepatan (akurasi) responden untuk mengindentifikasi dirinya sebagai pemimpin.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Opinion leaders dapat dikatakan sebagai orang-orang berpengaruh, yakni orang-orang tertentu yang mampu memengaruhi sikap orang lain secara informal dalam suatu sistem sosial. Dalam kenyataannya, orang berpengaruh ini dapat menjadi pendukung inovasi atau sebaliknya, menjadi penentang. Ia (mereka) berperan sebagai model dimana perilakunya (baik mendukung atau menentang) diikuti oleh para pengikutnya.
Opinion leaders bukanlah manusia yang serba tau akan segala hal, tetapi kelebihannya adalah bahwa mereka diangap orang yang lebih peka dan in group serta tahu adat kebiasaamn masyarakat. Mereka memiliki jiwa sosial yang tinggi serta selalu siap memantu perubahan sosial di lingkungannya.
Konsep kepemimpinan pendapat berasal sebagai bagian dari model aliran dua-langkah, yang hipotesis bahwa pesan-pesan komunikasi mengalir dari sumber, melalui saluran media massa, para pemimpin opini, yang pada gilirannya meneruskannya kepada pengikut.